Senin, 31 Maret 2008

Dia Memang Monster

Malam itu,
terakhir kalinya kudengar dia bernyanyi untukku...
Memberikan tangannya untuk selalu digenggam,
meyakinkan dirinya masih ada disampingku...

Seperti mimpi yang tak tahu di mana harus dimulai dan di mana akhir ceritanya. Seperti burung yang tak punya sayap untuknya terbang. Aku seperti kehilangan arah untuk melangkah... melanjutkan dunia hingga akhir hidupku.

Seharusnya aku tahu dan mau tahu waktu itu. Seharusnya dia bisa mendengarku; merasakan hati ini terus menangis, setiap kali senja luruh menjadi malam.


Dan seharusnya aku tahu: Akankah dia datang padaku untuk mengatakan selamat malam, ataukah dia hanya datang untuk mengatakan selamat tinggal?


Aku hanya bisa mencintainya...

sampai hari ini, dan entah sampai kapan.



— Galuh Retno F |  Prosa Lirih, Maret 2008

Senin, 17 Maret 2008

S E M U A

tentang kamu.
aku. kita.

dan tentang tanya.
end of message...


— Galuh Retno F |  Puisi, Maret 2008

Kamis, 13 Maret 2008

Morning or Sick ?

Tentang sebuah cahaya yang telah redup.

Aku membutuhkannya...

hingga kini, hingga nanti,

saat aku melihatnya benar-benar padam.


Bisakah dia merasa?


Aku tidak menuntut apa-apa.

Hanya cinta.


Apakah itu salah?



— Galuh Retno F |  Prosa Lirih, 2008

Selasa, 11 Maret 2008

Hujan Hari Ini.

Menari-nari sembari menyanyi...

Membuat semua tampak terhenti, seakan mati.

Semua sunyi.


Dunia mulai berputar 180 derajat.

Tanpa disadari, semua telah berubah...

Semua mati.


.........


Hari menyebalkan,

membuat mulut memuntahkan kotoran

Rasa ini mual. Aku seperti mayat.


Hujan membuat hari ini harus berhenti.

Rutinitas menjadi kosong. Kesal!


Badanku masih terasa sakit. Mataku lelah.



— Galuh Retno F |  Prosa Lirih, Maret 2008

Rabu, 07 Maret 2007

PUISI dan GALUH

tiga titik.

Mudah-mudahan ini bukan akhir ...

Karena aku ingin melihat dia,

mati esok hari ...


SOON.

Wait for what!?

Now, dark is coming ...


CERMIN.

Nyaman.
hanya terlihat cinta ...

Damai.
hanya terlihat hati ...

Sunyi.
hanya terlihat mimpi ...


— Galuh Retno F |  Puisi, 2007