Satu... dua... tiga...
Mari berputar dalam lingkaran sama.
Tawa, senda, serta gurau,
apakah ini hanya sebuah lelucon?
Pernahkah kau bertanya perihal hati?
Hahaha...
Aku hanya bergurau dengan malam.
Lengkap sudah.
Apa kau dengar jeritan yang tertahan di dada ini?
Ya, ya, ya... Kurasa tidak.
Kau hanya terlalu sibuk merawat egomu sendiri,
Hai Malam.
— Galuh Retno F | Cerita Prosa, Juni 2010